Bima, Senin, 23 Februari 2026 – Hari pertama kegiatan belajar dan mengajar (KBM) selama bulan suci Ramadhan 1447 H di MTs Negeri 4 Bima berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Sejak pagi, siswa tampak hadir memenuhi lingkungan madrasah untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembuka Ramadhan yang sarat nuansa religius.
Data absensi yang dihimpun oleh pihak kesiswaan menunjukkan tingkat kehadiran siswa pada hari pertama tergolong tinggi. Mayoritas siswa hadir tepat waktu, mengikuti kegiatan dengan khidmat, serta menunjukkan kesiapan menjalani pola pembelajaran Ramadhan yang telah disusun madrasah.
Kepala madrasah, Bapak Muhaimin, S. Ag menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan siswa. “Kami bersyukur pelaksanaan hari pertama KBM Ramadhan berjalan lancar. Kehadiran siswa yang tinggi menjadi sinyal positif bahwa semangat belajar dan kesadaran beribadah tetap terjaga,” ujarnya.
Selama tiga pekan, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, pembelajaran difokuskan pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan pengembangan karakter. Program Ramadhan meliputi kegiatan tahfizul Qur’an, tahsinul Qur’an, pembelajaran umum, serta Lomba Bulan Ramadhan yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kompetisi sehat di kalangan siswa.
Tingginya kehadiran siswa pada hari pertama KBM Ramadhan mencerminkan keberhasilan madrasah dalam membangun budaya disiplin dan komunikasi efektif dengan orang tua. Namun demikian, konsistensi kehadiran sepanjang Ramadhan tetap menjadi perhatian penting.
Ramadhan membawa perubahan ritme harian siswa, mulai dari pola tidur hingga kondisi fisik saat berpuasa. Tanpa strategi pembelajaran yang fleksibel dan pendekatan yang empatik, potensi penurunan motivasi dan kelelahan dapat memengaruhi partisipasi siswa di pekan-pekan berikutnya.
Program tahfiz dan tahsin dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat karakter religius. Meski demikian, efektivitasnya perlu dijaga agar tidak sekadar menjadi rutinitas simbolik. Pendampingan intensif, evaluasi terukur, dan metode pembelajaran variatif sangat diperlukan agar capaian kompetensi Al-Qur’an siswa benar-benar meningkat.
Selain itu, keseimbangan antara kegiatan religius dan pembelajaran umum menjadi kunci. Madrasah dituntut mampu mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam mata pelajaran umum sehingga pembelajaran tetap relevan, bermakna, dan tidak membebani siswa. Momentum Ramadhan seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter holistik: disiplin, tanggung jawab, empati sosial, dan kecerdasan spiritual.
Pihak madrasah menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh bapak/ibu wali murid atas dukungan aktif yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama orang tua yang telah membantu mengingatkan dan memotivasi siswa agar tetap hadir di madrasah selama Ramadhan. Sinergi ini sangat berarti dalam menjaga semangat belajar dan pembentukan karakter anak-anak kita,” tutur pihak madrasah.
Dengan semangat kebersamaan antara madrasah, siswa, dan orang tua, pelaksanaan KBM Ramadhan diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas akademik dan spiritual siswa.
Madrasah optimistis, Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperkuat disiplin, memperdalam nilai keagamaan, serta menumbuhkan generasi yang berilmu dan berakhlak.
#humasMTsN4Bima






