Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape

Menutup Hari dengan Isya

Hari telah usai. Hiruk-pikuk dunia mereda, lampu-lampu kota masih menyala, tapi hati manusia mulai mencari tempat beristirahat. Di kegelapan malam, seorang hamba berdiri, mengangkat tangannya, lalu berucap: “Allāhu Akbar.”

Shalat Isya menjadi tanda ia menyerahkan seluruh dirinya. Segala penat, ambisi, bahkan kegelisahan ditaruh di hadapan Allah. Saat ia rukuk, egonya ditundukkan. Saat ia sujud, wajahnya benar-benar menyentuh bumi, seolah berkata: “Ya Allah, aku ini hamba-Mu, tak punya daya kecuali dari-Mu.”

Malam itu sunyi. Ia sadar, beginilah nanti di alam kubur: sepi, gelap, dan hanya amal yang menemaninya. Shalat Isya mengajarinya arti menyerah, bukan kalah—melainkan tenang dalam pelukan Tuhan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Barangsiapa shalat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam; dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan ia telah shalat sepanjang malam.” (HR. Muslim)

Seolah Allah memberi kabar: siapa yang menyerahkan malamnya pada-Ku, Aku hitung ibadahnya seperti setengah malam penuh. Karena dalam kegelapan Isya, terang ruhani sedang dilahirkan.

 

Tampilan ikon aplikasi eBay di layar smartphone, berdampingan dengan aplikasi belanja online lain seperti Amazon dan AliExpress.

Menjadi e-Bayer

  • Oktober 12, 2025
Dua gelas bening berdampingan di atas permukaan reflektif; gelas kiri berisi minuman bersoda berwarna gelap dengan es batu, gelas kanan berisi gula pasir putih dalam jumlah besar—menyoroti kandungan gula tinggi dalam satu porsi soda.

Gula yang Mengganggu

  • November 23, 2025

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *